China Criticizes U.S. AI Investment Restrictions, Calls for Inclusive Global Governance

Kategori: AI NewsTag: , , Diterbitkan pada: Juli 3, 20242.7 menit membaca
China-US-AI-Investment-Restriction

Tiongkok Mengecam Pembatasan Investasi AI AS

Pendahuluan dan Latar Belakang

PBB, 1 Juli (Reuters) – China’s U.N. envoy criticized the United States for targeting certain investments in kecerdasan buatan (AI) within China, stating that such actions are detrimental to the “healthy development” of AI technology. The comments were made on Monday following the release of U.S. draft rules aimed at restricting investments in AI and other technology sectors in China that could pose a threat to U.S. national security.

Rancangan Aturan AS dan Respon Tiongkok

Bulan lalu, Amerika Serikat mengeluarkan rancangan peraturan yang melarang atau mewajibkan pemberitahuan investasi tertentu pada AI dan sektor teknologi maju lainnya di Tiongkok. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mencegah keahlian teknologi AS membantu pengembangan teknologi canggih Tiongkok dan mendominasi pasar global. “Kami dengan tegas menentang sanksi-sanksi ini,” kata Duta Besar Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, dalam konferensi pers setelah Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara mengadopsi resolusi yang dirancang Tiongkok untuk mempromosikan kerja sama internasional dalam pengembangan kapasitas AI.

Seruan untuk Lingkungan Bisnis yang Inklusif

Kerja Sama Internasional dan Lingkungan Bisnis

The U.N. resolution, championed by China, urges the international community to “provide and promote a fair, open, inclusive, and non-discriminatory business environment across the life cycle of safe, secure, and trustworthy kecerdasan buatan systems.” Fu emphasized that the U.S. actions undermine this goal and called on Washington to reconsider its stance. “We don’t believe that the U.S. government’s position or decision will be helpful to the healthy development of AI technology and will, by extension, divide the world in terms of standards and rules governing AI,” he remarked.

Implikasinya terhadap Tata Kelola AI Global

Komentar Fu menyoroti kekhawatiran bahwa pembatasan yang dilakukan AS dapat menciptakan perpecahan dalam tata kelola AI global, sehingga menyebabkan standar dan peraturan terfragmentasi. Aturan yang diusulkan Departemen Keuangan AS, yang diterbitkan setelah Presiden Joe Biden menandatangani perintah eksekutif pada Agustus lalu, adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk melindungi kemajuan teknologi AS agar tidak memperkuat kemampuan AI Tiongkok.

Konteks Lebih Luas dan Pandangan Masa Depan

Perintah Eksekutif AS dan Reaksi Global

Perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden Biden dirancang untuk memastikan bahwa pengetahuan AS tidak berkontribusi terhadap kemajuan teknologi strategis Tiongkok. Namun, langkah ini telah memicu reaksi dari Tiongkok, yang berpendapat bahwa pembatasan tersebut menghambat pengembangan kolaboratif teknologi AI dan menciptakan lingkungan yang memecah belah dalam tata kelola AI internasional.

Dorongan Tiongkok untuk Mewujudkan Standar AI Internasional

Inisiatif Tiongkok di PBB mencerminkan keinginan Tiongkok untuk membentuk standar AI global dan mendorong pendekatan inklusif terhadap pengembangan teknologi. Dengan mengadvokasi kerja sama internasional dan lingkungan bisnis yang non-diskriminatif, Tiongkok bertujuan untuk melawan dampak negatif kebijakan AS terhadap kemajuan AI global.

Kesimpulan

Menavigasi Tata Kelola AI di Tengah Ketegangan

Ketika perdebatan mengenai pembatasan investasi AI terus berlanjut, komunitas internasional menghadapi tantangan untuk mengatasi ketegangan ini sambil mengembangkan pendekatan kolaboratif dan inklusif terhadap tata kelola AI. Hasil dari perdebatan ini akan mempunyai implikasi yang signifikan terhadap pengembangan dan penerapan teknologi AI di seluruh dunia di masa depan.

Lihat yang lain berita AI dan peristiwa teknologi dengan benar di sini di AIfuturize!

Tinggalkan komentar